Standar Umum Konstruksi Jembatan Yang Kokoh

Jembatan merupakan sebuah infrastruktur publik yang sangat penting peranannya khususnya untuk menghubungkan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya yang terpisahkan oleh perairan, seperti sungai, danau, rawa dan lain-lain. Oleh sebab itu, kini seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi maka jembatan modern sudah bukan lagi dibangun menggunakan konstruksi sederhana seperti kayu melainkan terbuat dari beton.

Tentu saja, struktur beton yang digunakan untuk pembuatan konstruksi jembatan sedikit berbeda dengan beton yang digunakan untuk membangun rumah ataupun jalan raya. Hal tersebut disebabkan karena jembatan dibangun dengan tujuan menahan beban mati atau berjalan yang sangat berat, misalnya seperti arus lalu lintas padat sehingga sudah pasti konstruksi jembatan tersebut harus dibangun dengan struktur beton yang lebih kuat.

Salah satu alasan utama mengapa beton digunakan sebagai konstruksi pembangunan jembatan adalah karena beton merupakan bahan material yang lebih kokoh daripada material lainnya. Lalu seperti apa perencanaan yang tepat untuk membangun konstruksi jembatan kokoh yang terbuat dari beton?

Pada dasarnya, untuk membangun sebuah jembatan yang kokoh menggunakan bahan material beton itu dibutuhkan standar umum yang jelas. Perencanaan yang harus dilakukan setidaknya berasal dari apa fungsi utama dari jembatan yang akan dibangun itu, apakah untuk digunakan sebagai jembatan jalan raya atau hanya digunakan sebagai jembatan pejalan kaki. Selain itu, dibedakan pula dari panjang bentangannya, apakah lebih dari 100 m atau kurang dari 100 m. Jembatan dengan bentang panjang yang lebih dari 100 m sudah pasti harus dibangun dengan konstruksi yang menggunakan material khusus.

Berikut ini ada beberapa kriteria umum yang dapat menjelaskan bagaimana standart umum konstruksi jembatan beton yang kokoh.

  • Kuat tekan kurang dari 20 Mpa tidak bisa digunakan untuk proses pembangunan struktur beton jembatan
  • Massa jenis beton yang digunakan untuk pembangunan jembatan tidak kurang dari 2400 kg/m3
  • Perlindungan terhadap korosi

Jembatan yang terbuat dari beton juga perlu mendapatkan perlindungan ekstra khususnya di daerah tertentu yang rawan membuat jembatan lebih mudah terkena korosi. Oleh sebab itu sangat perlu diperhatikan mengenai kualitas dari beton yang digunakan serta tidak lupa pula perlu untuk diperhatikan kepadatan dan kerapatan beton terhadap air. Perlindungan terhadap jembatan beton sangat diperlukan dengan cara melakukan pengurangan rasio air dan semen dari adonan beton segar. Sementara itu, pada kondisi tertentu membutuhkan penambahan bahan aditif yang berfungsi untuk melindungi jembatan dari korosi khususnya jika jembatan itu dibangun di lingkungan yang ekstrim. Selain itu, beton juga perlu dilindungi oleh selimut beton yang tentunya sesuai dengan standart sehingga beton dapat pula terlindungi dari bahaya karat yang kemungkinan sangat dapat terjadi.